Mengawali tahun 2017 ini, saya kembali menghadirkan empat buku startup dan entrepreneurship pilihan yang bisa kamu baca sepanjang minggu ini. Diawali dengan kisah perjalanan hidup pendiri Tesla dan SpaceX, yaitu Elon Musk.
Indonesia tidak hanya memiliki potensi yang besar di dalam sektor e-commerce dan platform pembayaran. Salah satu sektor lain yang sedang berkembang di tanah air adalah Internet of Things (IoT), yang memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Pada sesi ketiga hari pertama Tech in Asia Jakarta 2015, kami menghadirkan Regi Wahyu, selaku Founder dan CEO dari CI-Agriculture.
Istilah Internet of Things (IoT) rasanya makin sering terdengar belakangan ini. Sederhananya, IoT adalah sebuah konsep yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita baik fisik maupun virtual dapat terhubung dan berkomunikasi satu sama lain dengan konektivitas internet. Salah satu contoh penerapan IoT yang mungkin biasa kita dengar adalah teknologi Smart City dan rumah pintar.
Anis Uzzaman adalah General Partner dan Founding Member Fenox Venture Capital yang berbasis di Silicon Valley. Sebagai CEO, ia bertanggung jawab atas manajemen dan operasional perusahaan. Hari ini (6/5), Anis hadir di panggung Tech in Asia Singapore 2015, dimana ia menyampaikan pidato mengenai tren di Silicon Valley dan bagaimana hal tersebut bisa terhubung dengan pasar Asia.
Ranah Internet of Things (IoT) mulai ramai diperbincangkan di Indonesia. Konsep Smart City yang ingin dianut oleh berbagai kota di tanah air menggunakan teknologi IoT ini sebagai pondasi mereka. Beberapa nama besar seperti Intel dan Ooredo (induk perusahaan perusahaan telekomunikasi Indosat) juga telah menyatakan siap mendukung teknologi ini dengan mengembangkan berbagai layanan IoT di negara kepulauan ini.