Kamis, 15 Juni 2017

Virtual Account: Solusi Pembayaran Online Terbaik?


12COMMENTS
Virtual Account - Featured image

Artikel ini dipersembahkan oleh: Logo Permata Bank

Dengan demografis pengguna yang cukup beragam, baik e-commercemarketplace, dan toko online berlomba-lomba untuk menghadirkan metode pembayaran alternatif yang beragam guna mempermudah para penggunanya.

Dari sekian banyak metode pembayaran yang tersedia, ternyata transfer rekening bank masih menjadi pilihan utama bagi para pengguna untuk melakukan transaksi.

Ragam metode pembayaran

Virtual Account - Metode Pembayaran
Sumber: Pexels
Hendrik Tio, CEO Bhinneka.com, pada tahun 2016 lalu mengatakan bahwa lima puluh persen total transaksi di Bhinneka dibayar secara offline. Pembayaran offline tersebut terbagi atas 30 persen cash on delivery dan 70 persen transfer rekening bank. Tingginya transaksi dengan metode transfer rekening bank didukung oleh lebih dari 50.000 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga semakin memudahkan pembeli pembayaran.
Selain COD dan transfer rekening bank, menurut data yang kami peroleh dari PermataBank, metode pembayaran lain yang juga menjadi pilihan para konsumen adalah internet banking, kartu kredit, pembayaran online, dan kartu debit.
Virtual Account - Ecommerce Payment Awareness
Jumlah pengguna dari tiap metode pembayaran
Walau masih menjadi metode pembayaran yang paling populer di Indonesia, transfer rekening bank memiliki beberapa tantangan tersendiri, antara lain:
  • Isu keamanan – rekening penjual yang ditampilkan di internet dapat disalahgunakan.
  • Menyulitkan pembeli – konsumen harus melakukan konfirmasi pembayaran.
  • Berpeluang terjadi human error – penjual harus melakukan pengecekan secara manual dalam proses transfer, konfirmasi, dan perhitungan nominal transfer.
  • Pengiriman produk tertunda – konfirmasi pembayaran dari penjual sebagian besar hanya dilakukan pada hari kerja.
Virtual Account - Alur transaksi manual transfer bank
Alur transaksi manual transfer bank. Virtual account (VA) akan menghilangkan proses konfirmasi manual antara penjual dan pembeli.
Untuk menghadapi berbagai tantangan ini, bank merancang sebuah cara untuk mempermudah transaksi yang bernama Virtual Account. Solusi ini berguna untuk mempersingkat proses transaksi dengan menghilangkan proses konfirmasi manual antara penjual dan pembeli.

Kemudahan Virtual Account

Virtual Account menggunakan nomor rekening unik yang dapat mengidentifikasi secara otomatis setiap pembelian, tagihan, dan transaksi yang sudah dibayar. Berkat sistem yang terotomatisasi, metode ini bisa meminimalkan kemungkinan terjadinya human-error.
PermataBank, sebagai bank yang menyediakan layanan Virtual Account untuk merchant online seperti Tiket.comBlanja.comGrab, dan Spotify, berpendapat bahwa Virtual Account idealnya tidak hanya mempermudah proses transaksi, namun juga harus memiliki beberapa manfaat yang menjadi nilai tambah layanan, seperti:
  • Dapat menerima pembayaran dari semua bank.
  • Pembeli dan penjual tidak perlu melakukan konfirmasi dan pengecekan pembayaran secara manual.
  • Dana masuk secara instan ke rekening penjual di hari yang sama.
  • Pemetaan nomor Virtual Account yang dapat disesuaikan dengan tipe bisnis penjual (sebagai contoh: Nomor Virtual Account PermataBank di aplikasi GO-JEK disesuaikan dengan nomor ponsel pelanggan).
Sekarang setelah mengetahui berbagai manfaat yang dihadirkan oleh Virtual Account, apakah ini saatnya startup kamu menggunakan solusi tersebut? Sebelum memutuskannya, kamu perlu mengetahui beberapa hal terlebih dahulu.

Kapan saat yang tepat untuk menggunakan Virtual Account?

Virtual Account - Ecommerce
Sumber: Pixabay
Kapankah sebuah startup, toko online, atau bahkan individu perlu mengimplementasikan pembayaran melalui Virtual Account? Jawabannya bisa sesegera mungkin. Caranya dengan melalui layanan payment gateway seperti DokuMidtransSprintFaspay dan lainnya yang saat ini banyak tersedia di pasaran. 
Biaya Virtual Account dibebankan berdasarkan transaksi yang terjadi, dan banyak payment gateway yang menggratiskan biaya inisiasi. Dengan demikian, penjual hanya perlu membayar jika ada transaksi dalam bulan tersebut. Besar biaya beragam, tergantung dari masing-masing payment gateway.
Oleh karena itu, ketika sebuah startup ingin memanfaatkan metode pembayaran via Virtual Account, ada baiknya kamu melakukan evaluasi terlebih dahulu dari sisi harga jual produk, jenis produk yang dijual, hingga margin keuntungan yang ingin didapat. Karena perlu diingat bahwa ada biaya per transaksi yang harus dimasukkan dalam harga produk.
Virtual Account - Screenshot GO-JEK dan JD.id
Contoh implementasi virtual account di GO-JEK dan JD.ID

Penggunaan Virtual Account untuk mempermudah proses transaksi memang sangat menolong, terutama bagi penjual online yang harus menghadapi ratusan bahkan ribuan transaksi setiap harinya.
Selain itu, pembebanan biaya yang tidak mengikat serta beragam manfaat akan ikut mendukung pertumbuhan penjualan dari e-commercemarketplace, ataupun toko online. Siapkah kamu dan startup milikmu untuk merasakan manfaat Virtual Account?

PermataBank telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang menawarkan produk dan jasa yang inovatif serta komprehensif. PermataBank memiliki visi menjadi pelopor dalam memberikan solusi finansial yang inovatif.
Pengakuan terkini atas pencapaian PermataBank adalah SME Banking terbaik dan Proyek CRM terbaik dari The Asian Bankers, Indonesia Record Business untuk PermataKTA Speed dan 9 Awards dari AsiaMoney 2015 Award sebagai the Best Overall Domestic Cash Management Services untuk kategori small/medium size.
Informasi lebih lanjut dapat kamu temukan dalam situs resmi PermataBank.
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

ABOUT JOHN PATRICK

PC Master Race love child. Currently cheating with NDS and PSP1000. Had a love-hate relationship with caffeine. Passive-aggressive. Writes tech and video game for Tech in Asia ID.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar