Senin, 19 Desember 2016

Aplikasi booking taksi GrabTaxi sekarang tersedia di Indonesia



0COMMENTS
GrabTaxi
Setelah baru saja menerima pendanaan seri B sebesar USD 15 juta yang dipimpin oleh GGV Capital, aplikasi booking taksi GrabTaxi kini hadir di Indonesia setelah sebelumnya berekspansi di Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Vietnam. Pengguna di negara ini sekarang bisa menggunakan aplikasi GrabTaxi untuk mem-book sebuah taksi.

Pertama kali diluncurkan di tahun 2012 oleh lulusan Harvard Anthony Tan dan Hooi Laing Tan, GrabTaxi hendak masuk ke pasar booking taksi di seluruh Asia Tenggara. Perusahaan ini dimulai di Malaysia dengan nama MyTeksi, dan saat ini sudah cukup menguasai pasar di negara tersebut. Sejak kemudian mengganti nama, GrabTaxi secara agresif berekspansi ke negara-negara Asia Tenggara lain dimulai dari Filipina, Thailand, Singapura, Vietnam, dan kemudian Indonesia.
Beroperasi di lima negara sekaligus membuat perusahaan ini berhasil memperoleh 1,2 juta download dan lebih dari 250.000 pengguna aktif bulanan. GrabTaxi juga mengatakan bahwa tiap dua menit, satu taksi di-booking melalui aplikasi ini. Meskipun jumlah pengguna aktif hariannya tidak diberitahu, perusahaan ini mengklaim sebagai pemimpin pasar di wilayah Asia Tenggara.
(Baca juga: 10 aplikasi taksi di Asia)

Bersaing dengan perusahaan besar di Indonesia

GrabTaxi_IndonesiaLaunch_CampaignPageVisual_Contest
Kejahatan yang melibatkan taksi adalah masalah yang sering terjadi di Indonesia, dan karena itulah masyarakat Indonesia cenderung hanya menggunakan taksi yang kredibel dan terpercaya. Jika Anda tanya taksi mana yang paling dipercaya, jawaban dari mayoritas masyarakat tentunya adalah BlueBird. Banyak masyarakat yang bahkan hanya mau naik taksi dari BlueBird karena masalah kepercayaan ini. Melihat demand yang tinggi, perusahaan inipun membuat aplikasi mobile-nya sendiri yang dilengkapi dengan fitur GPS yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui di mana taksi yang ia pesan sedang berada. Dengan reputasi BlueBird dan kehadirannya di dunia mobile, apakah masih ada ruang untuk GrabTaxi? Perusahaan ini menjawab ya.
Kepala pemasaran regional GrabTaxi Cheryl Goh menjelaskan bahwa teknologi dari aplikasi ini akan meyakinkan pengguna dan supir taksi untuk mulai menggunakan GrabTaxi. Ia menambahkan bahwa mereka juga menghadapi tantangan yang sama di negara lain, namun tetap mampu mendapatkan traksi yang bagus.
GrabTaxi punya sebuah sistem review, dan ini menjadi pemacu bagi supir taksi agar bekerja dengan baik. Dengan ini, pengguna juga dapat lebih merasa aman terhadap performa dan keamanan supir taksi yang dipilihnya. Fitur ’Share My Ride’-nya memungkinkan Anda memberitahu teman dan kerabat bahwa mereka sedang naik taksi sehingga mereka bisa tahu apakah Anda selamat sampai tujuan atau tidak. GrabTaxi mengatakan fitur-fitur tersebut secara bertahap akan membuat pengguna semakin percaya akan aplikasi ini.
Pihak supir juga memiliki fitur yang menarik yang bisa mendorong mereka untuk bekerja lebih baik lagi. Pengguna yang mau membayar lebih bisa mendapat peluang yang lebih baik dalam mendapatkan taksi. Bayaran lebih ini bisa saja mendorong supir taksi agar mau menjemput pengguna yang berada di lokasi yang sulit atau jauh dan/atau sedang dalam keadaan macet. CEO Anthony Tan menambahkan:
Supir yang sudah bergabung dengan GrabTaxi melaporkan bahwa mereka mendapatkan peningkatan pemasukan mulai dari 30 sampai 300 persen. Aplikasi ini bisa membantu masalah ekonomi mereka, dan dengan kata lain, memecahkan masalah nyata.
Tapi mengajak supir taksi untuk mau menggunakan layanan ini tidaklah mudah. Penetrasi smartphone di Indonesia mungkin sedang meningkat. Tapi masih banyak supir taksi yang tidak memiliki atau menggunakan smartphone. Untuk mengatasi ini, GrabTaxi meminjamkan smartphone kepada para supir, yang kemudian bisa mereka cicil sembari diajarkan menggunakan aplikasi GrabTaxi.
Tim GrabTaxi belum mau memberitahu jumlah supir dan perusahaan taksi yang sudah bergabung dengan merka. Untuk menarik perhatian pengguna baru di masa peluncuran beta di tanggal 6 Juni sampai 6 Juli ini, GrabTaxi akan memberikan voucher belanja MAP kepada beta tester yang beruntung.
Peluncuran kemarin juga menandai kota ke-15 dari enam negara yang menjadi lokasi operasi GrabTaxi. Selain BlueBird, calon saingan GrabTaxi di Indonesia adalah EasyTaxi milik Rocket Internet yang juga mengincar Indonesia dengan mengadakan event pre-launch di Jakarta, serta sudah beroperasi di 16 kota di Asia.
Aplikasi GrabTaxi Indonesia bisa Anda downlaod secara gratis di iOSAndroidWindows Phone, dan Blackberry.

sumber