Jumat, 04 November 2016


 - 
Peserta Startup Weekend Bandung di Co&Co Space
Peserta Startup Weekend Bandung di Co&Co Space
Bagi sebagian orang, akhir pekan adalah waktunya untuk bersantai. Namun, orang-orang ini lebih memilih untuk membuat startup. Meski bertempat di Bandung, banyak juga peserta yang datang dari luar kota seperti Jakarta, bahkan ada juga 1 orang yang datang dari Singapura untuk mengikuti acara ini.

Startup Weekend adalah global movement entrepreneur [yang bermula] dari luar negeri,” tutur Adryan Hafizh, salah satu panitia penyelenggara Startup Weekend Bandung kepada Netnesia. “Jadi orang itu dateng, mereka akan pitch ide, kemudian akan bertemu dengan temen-temen baru, dan akan membentuk tim di situ, kemudian selama tiga hari mereka akan ngerjain sampai tahap MVP [Minimum Viable Product],” tambahnya.
[Baca juga: 5 Tips Membuat Startup]
Adryan menjelaskan bahwa peserta yang datang bervariasi, dari yang sudah punya bisnis hingga yang belum punya ide sama sekali, dari kalangan profesional hingga mahasiswa. Total tim yang terbentuk berjumlah 13 tim startup, tetapi kami baru mewawancarai 4 diantaranya. Berikut 4 tim yang sempat kami wawancarai.
1. Tim Terserah
Tim Terserah
Tim Terserah
Kalau jalan sama cewek, biasanya ngomong terserah kalau diajak makan,” ungkap Erdy Suryadarma, anggota tim Terserah menjelaskan latar belakang startup yang mereka buat. Berawal dari situ, mereka membuat aplikasi ponsel untuk memberikan tempat rekomendasi makan. Nantinya aplikasi tersebut menyajikan tempat makan secara random, dipilih dalam jarak radius tertentu dari pengguna aplikasi, beserta rentang harganya.
Target awal mereka adalah couple atau orang yang sudah memiliki pasangan. Sedangkan untuk pilihan lokasi, mereka akan menggarap pasar Bandung terlebih dahulu. Nah, suatu saat nanti pembaca bisa mengeluarkan aplikasi Terserah ini jika bingung mau makan di mana.
2. Tim Cassaplast
Tim Cassaplast
Tim Cassaplast
Cassaplast berasal dari 2 kata, cassava ‘ketela’ dan plastic. Lalu, apa hubungannya ketela dan plastik? Ternyata mereka memperkenalkan inovasi baru produk plastik yang terbuat dari bahan ketela. Plastik ini nantinya akan dibuat menjadi kresek belanja yang ramah lingkungan.
Bahan bisa terurai selama 30 menit,” kata Sandra Dwiananda, salah satu anggota tim Cassaplast menjelaskan kelebihan cassaplast dibanding plastik lain. Cara penguraiannya terbilang mudah, plastik cukup terkena air secara kontinu dalam 30 menit tersebut. Biasanya, kresek plastik ramah lingkungan yang ada di pasaran baru terurai dalam 10 minggu.
Produk cassaplast ini sudah diuji skala lab di ITB. Sebelumnya merupakan hasil thesis mahasiswa Teknik Material ITB, tetapi ia tidak dapat datang ke acara ini, kemudian dibawakan oleh salah satu anggota tim cassaplast ke ajang Startup Weekend Bandung. Rencananya, mereka akan memasarkan secara Business to Business (B2B) ke supermarket atau perusahaan besar jika startup mereka berlanjut.
3. Tim Startup Adventure
Tim-Startup-Adventure
Tim ini datang ke acara Startup Weekend Bandung untuk membuat acara seperti Startup Weekend tandingan! Uniknya, mereka nanti akan membuat acara ini di alam terbuka. Ade Irawan Tasmi, salah satu anggota tim Startup Adventure menjelaskan bahwa mereka memilih mengadakan acara tersebut di luar kelas karena mereka adalah orang yang terbiasa di dalam kelas. Untuk itu, mereka ingin membuat suasana yang berbeda.
Dengan mengambil lokasi di alam, nantinya kurikulum yang mereka buat tidak akan terlalu padat. Siapa saja sasaran dari Startup Adventure ini? “Hanya untuk yang bernyali!,” ungkap Ade sambil bercanda.
4. (Belum ada nama)
belum-ada-nama
Tim ini belum memiliki nama untuk startup yang mereka buat. Namun, Fairus, salah seorang anggota tim ini mengusulkan nama DIAZ yang merupakan singkatan dari Distribution A to Z. Mereka ingin mendistribusikan tepung sehat yang diolah melalui proses tertentu. Tepung yang mereka jual adalah produk premium, yang ditujukan untuk orang-orang yang peduli akan kesehatan, maupun yang memiliki masalah tertentu seperti alergi atau diabetes.
Fairus dan timnya memilih segmen pasar AB, atau golongan orang kaya, karena selain telah mampu secara ekonomi untuk membeli produk premium, mereka juga peduli pada kesehatan. “Kami yakin pasar ada,” tutur Fairus.
Nah itulah tadi 4 tim startup yang sempat kami wawancarai. Kami yakin tim lain juga menghadirkan ide-ide yang tak kalah menarik. Acara Startup Weekend Bandung ini berlangsung selama 3 hari sejak hari Jumat (10/04) lalu hingga hari minggu ini bertempat di Co&Co Space dan Freenovation Space di Kota Bandung. Mereka dibimbing oleh coach ‘pelatih’ yang sudah berpengalaman di bidangnya dan nantinya ide mereka akan divalidasi.
Perkenalan Para Coach
Perkenalan Para Coach
Rencananya, malam ini akan ada presentasi akhir dari ketigabelas tim dan akan dilakukan penjurian serta pemberian penghargaan untuk startup-startup terbaik.

sumber